Why we should support girls’ education


I was born in a pretty feminist family. Especially my Mom. Since I was a kid, my Mom always told me to grow up and be an independent woman. A woman who can take care of herself, who is brave, who can think critically, who is brave enough to use her voice. Growing up being a woman, I never felt restricted by my gender. I’ve never been given any limit to do anything just because I’m a woman. Even since I was kid, my days were filled with numerous activities. Not only at school, but also extracurricular activities. From sports to arts. My Mom never complained that I spent too much time outside. She was actually the one who always drove me everywhere I go. Starting from early morning to the evening, driving through Jakarta’s traffic. Even after I graduated high school, my Mom suggested me to move to a different country and pursue my Bachelor degree in Europe. Imagine having your daughter living in Germany, all by herself. I never had any experience living independently away from my parents before. But she still encouraged me to do it. She said that living overseas independently would change me for the better. It could make me a stronger person. I could get more opportunities. It could broaden my horizon. In short, I had never seen that being a woman is a disadvantage. It changed when I started having different circles. Whether it’s friendship or on social media. I started meeting different people and learned about their story. Then I noticed these gender stereotypes that can or actually limit women. I started hearing these stereotypes that women have to act a certain way. You must have certain behaviour. You have to be quiet and obedient. In the society, I often heard this narrative that women should only take care of domestic activities. Our purpose in this world is only to be a wife and a mother. You are not a real woman, if you’re not any of that. Especially if you’re a Muslim woman, it gets more complicated. We are often trapped between two extreme narratives. First, a rigid traditional Muslim narrative that makes women the moral standard in society. And a Western Islamophobic narrative that says Muslim women are oppressed and isolated. I have had a teacher at one of the schools in Indonesia told me that there are a lot of her female students quit school. The reason of it is that their parents think that education is not a priority for their daughters and they prefer their daughters to get married young. As a result, there are many female younger than me who already have kids and became widow, because at the end, their husband tend to leave and divorce them, who is normally a lot older. The more I look around me, the more I realize that there are so many women out there stuck in patriarchal culture. Let’s talk about education. There is this narrative that said that women don’t have to go to school because it’s the men who are gonna lead the family. There is also a narrative that said that women do not need to have an amazing career because the men will be the breadwinner in the family. Based on Universal Declaration of Human Rights proclaimed by the United Nations in 1948, education is a human right, not a privilege. Everybody, whoever they are, all gender, deserves to get education. Unfortunately the reality is a little bit different. Forget about formal education. There are 758 million people in the world who are illiterate and 2/3 of them are women. In Indonesia, women attend school on average of only 8,1 years. This is caused by numerous factors. Not only gender stereotypes and patriarchy, poverty, violence against women, are to blame. Actually, education can help women to lead an independent life of dignity. It can help them get out of poverty. It can help them to make their own decision. It can also help to educate themselves on sexual and reproductive health. In the household, women’s participation can increase the economy. Based on Education for All Global Monitoring Report in 2013-2014, in Pakistan, women with good literacy skills in a workplace earned 95% more than those who are uneducated. And these incomes can help to bring prosperity to the household. Moreover, women’s participation can help increase global economy, too. See? That being said, education is the solution for problems we are currently facing. I am honestly heartbroken whenever I visited rural areas in Indonesia and heard stories about how women are being treated. They have to struggle just to succeed. They’re not allowed to have dreams. They’re not allowed to go to school or have career in the future, even though they deserve to get all of that. On this International Day of The Girl Child, I would like to invite you to join me to raise awareness about the importance of female education. I want you to share your stories on being a woman and how important education is for you.

100 thoughts on “Why we should support girls’ education”

  1. Akhirnya video ini published juga!! Gue seneng banget bisa berkolaborasi dengan Malala Fund untuk membuat video tentang pendidikan untuk anak perempuan. It's a very important topic! Semoga dengan video ini, kesadaran akan pentingnya pendidikan untuk perempuan makin meningkat.

    Please go to https://www.malala.org/ and donate to support this campaign ๐Ÿ™‚

    Cheers xx

    *for English speakers, English subtitles are available.

  2. Gue sering beragumen sama bapak tentang kekeuhnya gue pengen lanjut kuliah, tapi balik lagi ngga dibolehin dan ngga dibolehin, sampe sekarang masih nganggur dan cuma tamatan SMA. Gue pengen jadi orang yang berpendidikan, cuman 'izin bapak' selalu jadi halangan buat gue. Gue pengen kek orangยฒ belajar, kenal temen baru, banyak pengalaman baru. Gue bingung mau mulai darimana, gue mesti gimana lagi, gue dah pasrah aja sekarang diem dirumah ngga ngapa2in, sama sekali ngga produktif. Impian gue cuman bisa kekubur.

  3. Wuaaa! Selalu bisa membuka pikiran ๐Ÿ’› Assalamu'allaikum warahmatullahi wabarakatuh.. Sehat selalu dan terus menginspirasi Kak Git!

  4. Alhamdulillah aku hidup di lingkungan yang ga mandang perempuan punya batasan gerak malahan mamahku berperan sbg papah juga kakak2 ku juga, serumah isinya perempuan dan kita bs ko ga bergantung dengan laki2๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

  5. Bagiku pendidikan itu penting banget, karena menurutku dengan pendidikan bukan cuma pengetahuan kita aja yang bertambah tapi pemikiran-pemikiran kita lebih terbuka dengan dunia luar dan banyak banget hal yang aku dapatin dari pendidikan. Dengan pendidikan aku juga bisa lebih berani untuk mencapai cita-citaku, mengetahui apa yang sebenernya terjadi disekitarku dan melawan pikiran-pikiran negatif yang aku dapatkan dari lingkungan sekitarku.
    Thank you kak gita! Aku jadi makin semangat buat lanjutin jenjang kuliahku dan terus belajar ๐Ÿ™‚

  6. Ortu gw sangat sangat ngesupport gw dalam mengenyam pendidikan, terutama sekolah. But sometimes, gw juga butuh pengalaman diluar sekolah kaya exchange ke negara lain, apply beasiswa sana sini, daftar kursus musik kaya temen temen gw yang lain tapi ortu terlalu khawatir kalo terlalu jauh dari mereka, jadi ya hal hal yang gw pengenin selain sekolah ga terwujud. Sedih banget, karna liat temen temen yang ikut exchange kaya lebih open minded, lebih dewasa, lebih bijak lah ngadepin suatu masalah. Gw pengen punya pola pikir yang gitu juga, biar bisa memposisikan diri sesuai tempatnya.

  7. masalahnya tidak smua wanita mental nya seperti gita , tapi dengan ilmu yg gita sering sharing itu yg memotivasi agar mental terbentengi bukti bahwa perempuan juga mampu mencapai apa yg diimpikan #thanks ka gitaโค

  8. Islam menjaga kehormatan wanita, bukan menghalangi karir mbak…
    belajar dulu fiqih wanita sesuai pemahaman salafus shalih

  9. RA Kartini masa kini…memperkuangkan hak-hak dan pendidikan bagi perempuan ๐Ÿคฉ๐Ÿคฉ๐Ÿ‘๐Ÿ‘

  10. Menurut gua ni kak.. Pendidikan itu penting bgt, buat siapapun, apapun gendernya, brpapun usianya.. Karna dngn berpendidikannya seseorang, akan mampu mengubah kehidupannya kearah yg jauh lebih baik.. Trus jga pentingnya pendidikan bagi wanita salah satunya ialah dia akan mnjdi seorang Ibu.. Seperti yg kita ketahui, kecerdasan seorang anak itu turun dari kromosom Ibunya.. Jdi ngga ada salahnya, seorang wanita berpendidikan tinggi..

  11. Iya, pendidikan itu penting cuy, even at the of the day seorang perempuan yg berpendidikan tinggi nantinya setelah menikah diem dirumah dengan tujuan untuk mengurus anak, ya at least anaknya bisa di didik dengan benar, dengan wawasan yg di dapat.

    Ka gita pernah bilang di segmen pagi-pagi gitu kalo ga salah lupa gw, yg katanya "gw ga setuju dengan yg lebih baik menikah drpd zina" gitu apa ya? Iyalah kurang lebih gitu.
    Gw setuju, karna ya dengan lebih memprioritaskan menikah di usia muda dan menomor 2kan pendidikan, itu yg bikin indonesia susah untuk jadi negara maju gitu ga sih? Sebab kurangnya wawasan ortu yg bisa di sharing ke anaknya kurang, yg alhasil 'menciptakan' indonesian people yg barbar. Dont judge me, its my opinion, please respect๐Ÿ™

  12. Gue setuju banget si kak, alhamdulillah gue lagi jalan kuliah juga, kadang suka sedih si liat tmen gue banyak yang gak bisa lanjut pendidikannya, klo dilingkungan gue si karna faktor ekonomi, rasanya pngen bantu mereka gitu, karena kerasa banget si ka, pendidikan itu sangat penting apalagi kuliah, beda jauh dengan sekolah, kuliah itu sebagai bekal untuk masa depan juga, pasti akan terpakai ilmu nanti kita married, menjadi istri yang baik gimana, mendidik anak yang baik juga sperti apa, dll. Ya intinya pendidikan itu penting buat cewe atau cowo yaa

  13. Sayyidah Fatimah Az-Zahra Radhiyallahu 'Anha (semoga Allah senantiasa meridhai-nya) pernah berkata: "Sebaik-baiknya perempuan adalah yang tak melihat lelaki dan lelaki tak melihat mereka."

  14. saya juga berada di lingkungan keluarga seperti kak gita. di mana pendidikan adalah yang nomor wahid dan gender perempuan itu, bukanlah penghalang kita harus melakukan sesuatu. bahkan, ibu saya selalu bilang kalau saya nanti harus menjadi wanita karir, wanita yang produktif, wanita yang kuat, tangguh, dsb. semua yang dipaparkan di video ini, benar-benar problem yang selalu terjadi di sekitar kita. tentang gender perempuan yang selalu di nomor duakan oleh kaum laki-laki. terima kasih telah membuat video ini, Kak Gita. semoga, banyak orang-orang yang sudah menomor duakan wanita menonton video ini lalu sadar akan pentingnya pendidikan da peran wanita di dunia. all the love x.

  15. Sebagai seorang laki2 yg lahir dengan 4 org saudara perempuan, saya melihat pendidikan bagi perempuan itu adalah niscaya. Sampai-sampai ada ulama yang mengatakan: "Wahai saudari ku, engkau adalah separuh dari umat ini; dan dari mu terlahir separuh lainnya. Maka engkau adalah umat seutuhnya." Bayangkan seperti apa umat ini jika perempuan tidak mendapatkan pendidikan?

    Beside, kita akan kehilangan banyak sekali hadis penting tentang keseharian Rasulullah jika tak ada perempuan yang jenius dan very well educated di jaman itu. Bahkan sejarah utuh bagaimana hijrahnya Rasulullah mungkin tak sampai ke kita jika tak diriwayatkan oleh seroang perempuan jenius yang saat itu usia beliau masih sangat belia. Hampir seluruh hadis tentang hijrah Rasul diriwayatkan oleh beliau. Dan beliau adalah satu dari 7 tokoh yang meriwayatkan hadis terbanyak. Jika kita baca bagaimana beratnya syarat menjadi perawi hadis, we'll realize how genius she was: Sayyidah Aisyah.

  16. aku juga pernah pergi ke suatu desa yg bisa dibilang terpencil dimana kepedulian mereka sama pendidikan itu kecil banget, perempuan" disana yg bisa dibilang msh dibawah umur banyak yg sudah putus sekolah dan menikah. aku sampe nanya ke masyarakat disana kenapa bisa begitu? dan ternyata memang dorongan dari orang tua agar anak" sekolah itu masih kurang bahkan bisa dibilang tidak ada, siswa dalam satu sekolah saja totalnya hanya 18 orang.

  17. Di lingkungan pertemanan gue ada beberapa yg kaya gitu kak, mereka sekolah cuma sampe SMP, trus gue coba buat memotivasi mereka supaya mereka mau ngelanjutin pendidikan, tapi sayangnya jawaban mereka rata rata kaya gini "Udah seumuran gue gini mah buat apa, lagian juga cewek ntar ujung ujungnya juga didapur, ngurus suami sama rumah".

    Jadi kadang gue merasa beruntung bisa terlahir di keluarga gue ini, yg gapernah ngasih statement "Perempuan tuh gausah sekolah tinggi tinggi, nanti juga ujung ujungnya didapur sama ngurus rumah"

  18. Saya mau sharing juga kak.

    Ada beberapa temen saya yang bilang 'ngapain sih kuliah tinggi", ujung"nya juga nanti di dapur. Dan bahkan tetangga saya, anak perempuannya cuma disekolahin sampe SMP, juga anak itu ga dibolehin jalan kemana" n cukup di rumah aja gitu. Juga ada dulu tetangga saya yang berpikiran kalau "kirain kalau sudah nikah ya enak sudah gaperlu ribet cari duit sendiri" dia ngomong gitu pas curhat atas rumah tangganya yang bermasalah karena suaminya yang suka 'main' dan ga bertanggung jawab sama anaknya, perempuan pula anaknya itu.

    Oia kak, saya sering dapat nasehat begini dari orang" yang bukan keluarga saya
    'Makanya kamu blablablablabla supaya dapet suami tajir'
    Dibandingkan
    'Kamu sekolah tinggi" ya supaya kamu nanti bisa mandiri' nah alhamdulillahnya keluarga saya selalu mensupport dan menasihati seperti kalimat kedua kak:) dari saya kecil, saya selalu dinasihatin jadi perempuan harus cerdas dan mandiri. Jadi efeknya sekarang saya suka baca ilmu pengetahuan, selalu belajar dan juga open minded buat hal" apapun kecuali hal" yang intoleran.

    Saya terinspirasi dari kak git yang jadi relawan bahkan sampai internasional. Dan wujud inspirasi itu adalah di tahun gap year ini, saya ke daerah tante saya kak yang bisa dibilang masih tergolong desa. Nah disini saya berbaur sama para tetangga. Dan saya lihat anak" disini itu selain sekolah, mereka ngaji tapi ga ada bimbel tambahan kak kek ngeles gitu. Yaudah saya inisiatif buat ngebantuin mereka di pelajarannya, dan saya gratisin aja kak supaya mereka lebih antusias. Alhamdulillah, mereka sekarang senang pelajaran matematika dan bahasa Inggris kak. Pas saya pertama kali ngeliat mereka udah pintar ngitung when saya udah ajarin, wah seneng banget saya kak, dalem hati kek ada perasaan bahagia yang g ternilai:'). Alhamdulillah saya bisa kontribusi walau sedikit. Kagit itu one of role models saya. Jadi saya selalu terinspirasi supaya bisa sekolah tinggi" dan menjadi perempuan yang berguna bagi negara dan keluarga kelak. Dan paling penting kecerdasan kita dalam berkomunikasi dan berwawasan luas sebagai perempuan yang selalu saya teladani dari kagit. Saya sering nyampaikan hal" ke anak" kak khususnya anak perempuan kalau kita itu harus mandiri, rajin belajar supaya kita bisa dapat derajat, bisa punya uang sendiri dan bisa bahagiakan orang tua walaupun belum menikah. Dan mereka sampai bilang kalau saya tuh bukan siapa"nya mereka tapi selalu nasihatin mereka dan mereka senang kak dengerin nasihat yang bahkan saya tau dari mereka, ortu mereka jarang aja gitu kasih nasihat" like I've given to them.

    Saya juga selalu fokus ke self-improving ya karna liat video" kagit yang empowering kami para perempuan.

    Terima kasih kagit for everything you've shared to us:)

  19. Terkadang juga ada hal yang membatasi kita untuk keluar lingkup. Contohnya kurangnya kepercayaan kita ke orang tua yang membatasi kita untuk bergerak, semuanya harus mereka turuti padahal kita mempunyai target sendiri untuk berjaya. Mencoba apa boleh buat kan kak, tapi orang tua menyebutnya itu tidak baik.

  20. Kadang, ada beberapa orang tua yang bilang "cwe itu nggk usah sekolah tinggi2, nanti ujung2 nya juga di rumah urus suami" seperti nya rata2 orang tua begitu, dan laki laki juga mempunyai pemikiran bahwa wanita tidak boleh mempunyai gelar yang tinggi melebihi laki2 nya. Kadang ada laki2 yang bersikeras untuk memiliki wanita yang hanya diam di rumah, tapi saat keuangan rumah tangga menurut sang istri di tuntut bisa irit, pdahal klo suami boleh mengizinkan istri bekerja paruh waktu bisa sama2 bekerja maka akan terpenuhi kebutuhan tanpa mengandalkan satu orang. Tapi lagi2 pemikiran lelaki Patriarki masih saja banyak di temui.

  21. Proud kepada elu kak git, sekarang juga gue kuliah diluar daerah dan ngekost di desa yang masih menurut gue pendidikan disini kurang gitu apalagi buat perempuan, sekarang masih awal2 gue mulai melihat tuh dan deket sama mereka, apa sih alasan mereka tiap pagi kerja harusnya kan mereka sekolah
    Cuma belum dalem lagi nih

    sorry bukannya gue ikut campur mereka juga, tapi gue pengen kontribusi dimana gue tinggal, masa iya gue diem aja kan ? And then gue sama temen gue berniat ngajuin ke pak lurah buat ngajarin anak2 disini, ya seenggaknya bantu2 buat prlah

  22. Makasih banget ka videonya.๐Ÿ˜ญ Di daerah asal ku tuh masih banyak perempuan lulus SMP udah disuruh nikah. Beruntung kedua orang tuaku merantau ke beda daerah. Dan dilingkungan yang baru anak perempuan tuh sekolah semua. Gak ada tuh disini anak kecil udah gendong bayi. Mindset kedua orang tuaku pun berubah. Aku bisa mengenyam pendidikan dan orang tua dukung banget. Walau saat masuk SMA keluarga dari ibu mulai nyinyir ngapain SMA mau ngapain cewek sekolah mending nikah ngurus anak nunggu suami pulang kerja. Yo aku gak peduli. Lanjut sampe sekarang udah kuliah semester 3. Walau tetep ya kalo pulang kampung aja ada yang nyinyir dan nanya kapan nikah. Karena untuk rata-rata yang seumuran ku udah punya dua anak.

  23. Bersyukur banget terlahir di keluarga yang sangat menjungjung wanita. Dari keluarga bapak, ibu semuanya mendukung anak cucunya yang perempuan untuk bersekolah tinggi, punya cita-cita yang tinggi, dan bisa menjadi perempuan mandiri. Ibu, wanita yang menjadi pondasi kemandirian aku dari dulu sampai sekarang. Ibu selalu bilang, "jadi perempuan itu harus berguna. Kita harus bisa semuanya, apapun itu. Entah pekerjaan lelaki atau pekerjaan kita sendiri sebagai perempuan. Kita harus bisa mengandalkan diri sendiri, biar gak cengeng nanti saat kita ditinggal. Jadi perempuan itu gak boleh nempel seratus persen sm lelaki. Kita harus punya rencana sendiri, dan yang terpenting, perempuan itu harus pintar pendidikan, karna kalau pendidikannya tinggi. Sudah pasti attitude, disiplin, dan sifatnya bagus dan enak untuk dipandang." Sampe sekarang berusaha untuk menjalankan pesan Ibu:) . Sangat sangat bersyukur ada di keluarga yang tidak mendiskrimin perempuan. Dan menjungjung tinggi cita-cita Kartini:)

  24. selalu suka sama konten yg inspiratif seperti ini,jadi membuat saya bertambah ilmu dan wawasan,sering2 buat konten seperti ini ya ka,terimmakasih

  25. Keren banget!!.. pendidikan penting banget buat perempuan, karena anak yang hebat terlahir dari ibu yang hebat juga. Apalagi buat perantau sperti saya, gak bisa harus selali diam diri di kosan terus tanpa bersosialisasi atau berorganisasi. Ini penting banget sih, so inspiring!

  26. Sejutu banget kak,didesaku sendiri bila ada anak perempuan yg kuliah pasti selalu dinyinyirin ma tetangga, sekolah tinggi bagi wanita didesaku itu tabu karna pasti kalo pernikahan itu yg cewek masih belasan baru lulus dan cowok udah berumur
    miris lihatnya…korbanya sendiri kakakku yg harus nikah setelah lulus sma bukan karna paksaan ortu tapi lebih ke tekanan masyarakat ..belajar dari pengalaman kakakku alhamdulillah sekarang aku kuliah bisa keluar desa mencari ilmu meskipun harus tahan ma cibiran tetangga2 sekitar..
    kalo yg dipermasalahin itu ekonomi sebenernya bisa kok diusahain asal ada niat karna nggak ada sejarahnya orang nyari ilmu itu jadi miskin
    Salam pendidikan indonesia salam cerdas wanita

  27. Education and knowledge are very empowering, indeed. Saya rasa kepindahan keluarga saya ke Jogja saat saya berusia 3 tahun membuka peluang lebih besar bagi saya, melalui pendidikan. Thank always kak Gita for all the contents you share๐Ÿ’œ

  28. Seandainya ortu gue gitu wkw, ortu gue g ngebolehin gue kmn2, kuliah aja disuruh yv deket2 pdhl kan gue pen ngeliat dunia wk

  29. Aku sudah menikah, tetap lanjut kuliah dan LDR dengan suami atas kesepakatan sebelum menikah untuk tetap lanjut pendidikan dan suami kerja untuk memenuhi kebutuhan kami berdua.

  30. Sebagai perempuan aku merasa sangat2 memerlukan yg namanya pendidikan, karna dalam bergaul aja kalau kita kurang tau tentang banyak hal, kita akan terhambat, kalau kita terhambat dlm pertemanan untuk masuk ke dunia kerja pun akan lebih sulit, sehingga ekonomi kita menjadi kurang maksimal. Itu aku rasakan banget. Aku yg sekarang aja masih di bangku universitas merasa masih kurang banget ilmunya, apa lagi kalau aku gak ngejalanin kuliah, mau kyk gimana aku nantinya, ya walaupun kuliah gak menjamin kerja kita, setidaknya pasti ada aja ilmu yg berbeda yg kita dpt dgn kita tidak kuliah. Tpi sangat penting untuk perempuan bisa kuliah dan kerja yg layak biar kita ngga di mainkan oleh laki2 dengan seenaknya, jangan hanya kita mengharapkan gajih suami jika sdh menikah nanti dan manut2 aja apa kata suami karna kita gak berdaya, jadilah perempuan yg punya pendirian dan derajat yg sama dengan laki2, walaupun dia suami kita, tpi untuk bebrapa hal yg dpt menjatuhkan martabat seorang perempuan boleh saja kita memberikan pendapat kita kpd suami. Dengan pendidikan pula kita dpt mendidik anak2 kita nantinya dengan lebih baik. Akan beda hasilnya seorang ibu yg berpendidikan dengan yg tidak berpendidikan cara mengasuh anak .

  31. Tuntas tugas domestik (sebagai ibu dan istri), dan tuntas tugas public/masyarakat. Ituuu baru keren!! Tuhan nyuruh perempuan berpendidikan tinggi kok, Tuhan juga nyuruh perempuan punya peran di masyarakat, bukan hanya berpangku tangan.

  32. Kebanyakan orang selalu bilang "perempuan itu tidak usah sekolah tinggi-tinggi , nanti juga ujung-ujungnya di dapur". Dan itu adalah pemikiran yang sempit, sangat sempit. Karena menurut saya perempuan memiliki kodratnya tersendiri tidak harus dibatasi dengan pendidikan apa lagi terbelenggu dengan budaya patriarki. Dan seberapa pentingnya pendidikan, tentu saja sangat penting melalui pendidikan kita mengasah kemampuan kita, kita mengeksplorasi sesuatu yang positif tentunya untuk diri sendiri yang nantinya akan diterapkan untuk mendidik anak-anak kelak. Jadi kita perempuan adalah calon ibu yang akan melahirkan generasi-generasi yang cerdas.

  33. My mom is a single parents and since then she always tell me that to 'live' is to 'survive' we got no one but our own self,and the education it self is the things that help us to survive our life as a girl it open our mind about the 'live' it self and how to deal and fave everything

  34. Dulu pemikiran buat lanjut kuliah setelah sma ya karna semua orang akan melakukan itu. Blm ada tu pikiran untuk lanjut kuliah karna kebutuhan akan haus pengetahuan&ilmu. Ditengah2 kuliah s1, iseng lah follow natgeo dan luar biasa dr natgeo pikiran jd terbuka grgr ngeliat postingan org Indo yg kuliah di Belanda, ke trigger lah dr situ. Semakin kesini semakin lebih terbuka bahwa dunia tidak bisa hanya dilihat sebatas dr gadget/internet. Semakin kesini semakin berani untuk mengutarakan pendapat dan berani untuk ambil keputusan atas diri sendiri, seperti lanjut kuliah atas dasar rasa haus akan pengetahuan dan pengalaman yg dirasa masi cetek banget. Dan alhamdulillah juga dikasih keluarga yg membebaskan anak2nya untuk memilih keputusan apa aja yg ingin aku ambil. Thx to you kak buat motivasi dan pengalaman yg udh dishare. Ive been following u since 2/3 years dan menurut aku hal ini sangat2 membantu aku untuk lebih aware atas latest issues.

  35. Tapi kak kenapa setiap aku speak up gitu aku suka dituduh trlalu mengikuti budaya yg kebarat-baratan, idealis, atau whatever mereka bilang ke aku. Aku sering liat org2 disekitarku itu beranggapan klo perempuan itu harus bisa masak, bisa nyuci, jadi ibu dan istri yang baik adalah sudah kodrat titik ! Jdi kayak udh ga bisa disanggah lagi dan mereka malah menganggap aku yg lupa akan budaya timur yg merupakan budaya asli kita yg mengajarkan hakikat dari seeorang perempuan itu sendiri. kadang aku ngerasa serba salah kak, ternyata tinggal dilingkaran seperti ini tersiksa banget kak git. Btw makasih atas pemikiran open minded kakak yg utk selalu mau sharing.

  36. Aku rasa ada faktor lain sprti faktor ekonomi. Orang tau yang kurang mampu ditambah lagi mindset yang branggapan bahwa prmpuan cuma hrus di rumah aja, mereka cpt mnikahkan anak mereka supaya anak prmpuan ditanggung hidup sama suaminya shingga bban orang tua brkurang. Apalagi yang tinggal di daerah2, waktu aku PKL di desa banyak yang smp uda brhnti skolah dan cpt nikah. Sedih sih, akarnya ya dari orang tua. Inilah knapa pndidikn itu pnting buat smua orang trmasuk prmpuan, agar kelak gak ada lagi orang tua orang tua yang brpikiran gak maju.

  37. Menjadi perempuan itu.. Adalah suatu keistimewaan buat aku. Menjadi manusia yang peka terhadap perasaan diri sendiri baik orang lain itu merupakan suatu hal yang istimewa, karena kita bisa menjadi pendengar yang baik dan bermanfaat untuk sesama. Dan menjadi perempuan allow me to be a good listener, dan mengerti orang lain juga. Karena yang sering aku lihat begini, temen2ku yang berbeda gender dgn aku alias laki2 sering aku lihat msh merasa ogah/tdk penting untuk open up dan menceritakan โ€œreal problemsโ€ yang dia alami ke temannya. Misal: Everyone have insecurities, but not everyone have the courage to open up and seek for help to other people.
    Jadi, menjadi perempuan itu bukanlah suatu hal yang seolah2 โ€œmembatasiโ€ aku untuk melakukan ini dan itu. Pada dasarnya, perempuan itu.. Juga manusia ๐Ÿ™‚

  38. Education has been my awareness since I was a little girl. Bisa dibilang termasuk orang yang โ€œsuka belajarโ€ tapi juga bukan orang yang jenius banget juga. Dan, salah satu orang yang percaya kalau โ€œeducationโ€ itu luas artinya. Enggak cuma sekolah formal. Enggak cuma duduk diem terus belajar berjam-jam semata2 hanya untuk โ€œbiar nilai bagus supaya orangtua ga ngomelยฒ" misalnya. Contohnya, pendidikan untuk kesehatan mental. Itu penting banget buat aku, maka dari itu aku ingin mengambil jurusan Psikologi kelak dimasa depan. At last, belajar itu seharusnya menjadi life-long process, bukan hanya dibatasi belajar cuma sampai lulus kuliah, dan sebagainya. Thanks ka Gita for sharing this video ๐Ÿ’•

  39. Hi kak gita!

    Setuju sekali sama kak gita.
    Mungkin sebagai tambahan sedikit kak, wanita pun bukan hewan ternak .

    Saya bicara seperti ini karena tidak sedikit wanita indonesia yang sudah menikah dituntut untuk segera memiliki keturunan.

    Karena tidak semua wanita subur, dan dapat mengandung ( mungkin karena suatu penyakit ), hal itu tentu menjadi suatu tekanan tersendiri.

    Wanita pun manusia yang ingin dihormati, dicintai, disayangi apapun keadaannya, dan setiap wsnita memiliki hak untuk meraih itu.

  40. Hai kak git, your really my inspiration ๐Ÿ˜Š jati diri aku selalu bangkit ketika ada sesama wanita saling menguatkan. Tak bisa di pungkiri kak git, di kalangan masyarakat, sudah pasti bnyak terjadi streriotype. Sangat bersyukur aku anak perempuan satu satunya tp alhamdulillah orang tua mendukung aku untuk berpendidikan setinggi mungkin sebelum berkeluarga, karena berkeluarga memiliki beban yg lebih. Tetapi circle masyarakat yg membuat hati ini kadang down mendengar ucapan mereka. Dengan saling menguatkan dan saling memberikan motivasi sangat bermanfaat bagi kaum wanita untuk bangkit๐Ÿ˜Š

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *